Selasa, 02 Maret 2021

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

 


                                                                             Pexels

Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun lalu, sejatinya hingga saat ini saya merasa belum mencapai apa yang saya inginkan. Terutama apa manfaat ngeblog yang bisa diperoleh bagi ibu rumah tangga seperti saya. Sebab tak bisa dipungkiri sejak memutuskan resign dan beralih peran,  otomatis banyak sekali perubahan yang harus saya sikapi dalam hal jadwal keseharian, agar secepatnya mampu menyesuaikan diri dan tetap produktif.

Beruntunglah saya ketika mencoba bergabung di komunitas ODOP (One Day One Post), yang banyak memberikan ilmu seputar dunia menulis dan ngeblog. Seperti minggu lalu yang membahas materi tentang BIG WHY,  atau apa alasan terbesar saat memutuskan menceburkan diri ke dalam dunia menulis dan blog. Konon ketika sudah mengetahui apa yang menjadi BIG WHY ini, seseorang akan berpeluang besar berhasil di bidang menulis dan ngeblog ini.

Seketika itu saya langsung mengamini apa yang menjadi pembahasan malam itu. Bahwa memang sebenarnya diperlukan alasan atau tujuan yang sangat kuat untuk melakukan suatu hal. Setidaknya BIG WHY inilah yang akan menjadi penyemangat di saat belum berhasil,  atau ketika terkontaminasi rasa malas. Tinggal selanjutnya berikhtiar semaksimal mungkin, percaya pada proses, lalu yakin bahwa hasil apapun  adalah yang terbaik.

Pada akhirnya saya berpikir. Eh benar juga. Bahwa selama ini saya belum menemukan apa sih yang menjadi BIG WHY itu. Jadi bisa dilihat kan hasilnya. Bahwa hasil ngeblog saya cuma sekedar untuk pengisi waktu luang. Rasa malas juga lebih besar dibanding semangat untuk menulis. Namun anehnya di sisi lain saya selalu merasa iri dan ingin berhasil seperti orang lain.

So, mungkin ini saat yang tepat untuk lebih serius menekuni dunia blog.  Dengan mulai menentukan apa sih yang menjadi alasan dan tujuan terbesar saat ini, sehingga saya akan lebih semangat dan konsisten mengisi blog. Nah, untuk itu sebaiknya saya mencari tahu terlebih dahulu,  apa saja manfaat ngeblog terlebih bagi ibu rumah tangga seperti saya. Kuy, lanjut!

8 Manfaat Ngeblog Bagi Ibu Rumah Tangga

Ternyata aktivitas ngeblog, membawa banyak manfaat bagi ibu rumah tangga.

1. Menambah Ilmu.

Salah satu manfaat ngeblog adalah bertambahnya ilmu.  Terutama tentang teknologi, bahasa pemrograman yang super duper rumit itu, ilmu tentang komputer dan tentu saja ilmu menulis. Sehingga bagi ibu rumah tangga tentunya hal ini menjadi tantangan tersediri, ketika di tengah rutinitas mengurus keluarga, harus belajar lagi ilmu yang lebih kompleks. Namun yang jelas pasti ada kepuasan tersendiri nantinya, saat ilmu yang didapat bisa dipraktekkan,  dan membawa manfaat di kemudian hari.

                                                                         Pexels

2. Pertambahan Jaringan Pertemanan.

Keberhasilan dari seseorang yang terjun ke dunia blog,  juga ditentukan ketika ia memutuskan bergabung dalam sebuah komunitas, serta  berinteraksi aktif di dalamnya dengan semua anggota. Entah komunitas yang berkegiatan secara offline ataupun online. Berinteraksi dengan saling berkenalan, sharing ilmu, atau juga membicarakan hal lain yang menjadi topik terhangat. Dengan demikian saat bergabungnya seseorang ke sebuah komunitas, pastinya akan menambah jumlah teman dari segala arah. Tak menutup kemungkinan dari sanalah awal pintu rezeki akan terbuka.

3. Alternatif Me Time.

Bagi ibu rumah tangga dengan segudang rutinitas yang rasanya tak pernah selesai, ada kalanya membutuhkan satu waktu,  dimana ia ingin mengistirahatkan badan dan pikiran. Merilekskan diri dengan menyediakan sedikit waktu untuk melakukan Me Time. Dan menekuni dunia blog bisa menjadi pilihan  untuk mengisi waktu Me Time tersebut. Apalagi jika menulis sudah menjadi hobi sejak dulu. Otomatis menulis blog akan menjadi kegiatan yang menyenangkan,  dan terbukti membawa badan dan pikiran segar kembali.

4. Sarana Terapi Jiwa.

Ngeblog ternyata juga bisa bermanfaat sebagai sarana terapi jiwa. Bayangkan saja ketika merasa sedih atau marah, seseorang bisa menumpahkan perasaaannya lewat media menulis. Selayaknya curhat kepada sahabat, ada beberapa orang yang merasa nyaman untuk menuangkan curahan hatinya dengan menulis. Tentunya dengan harapan setelah menulis kondisi emosinya sudah jauh lebih stabil.

5, Sarana Berdakwah.

Ada juga seseorang yang menulis demi tujuan berdakwah kepada orang lain. Berbekal pengetahuan yang sudah dipelajari, dan  mencoba menularkan ilmu positif itu kepada orang lain. Dengan harapan orang lain bisa terinspirasi dari tulisan tersebut dan menjadi motivasi dalam hidupnya di kemudian hari. Alhasil ketika hal tersebut terwujd, maka seorang penulis akan merasakan kepuasan batin yang sangat luar biasa saat menyaksikan orang lain termotivasi setelah membaca tulisannya.

                                                                            Pexels

6. Mengasah Kemampuan.

Bagi yang suka dengan tantangan, aktivitas ngeblog juga bisa jadi ajang pembuktian dalam mengasah kemampuan. Coba saja ketika mengikuti lomba menulis atau ngeblog. Dengan banyaknya syarat yang harus dipenuhi, beragamnya riset yang harus dilakukan di tengah batas akhir yang semakin dekat, tantangan menjadi semakin seru, dan akan membawa kepuasan tersendiri,  saat tantangan berhasil ditaklukkan atau bahkan dimenangkan.

7. Satu Cara untuk Tetap Produktif.

Mungkin tak akan pernah terbayangkan sebelumnya jika pandemi terjadi di negara ini, yang membuat banyak aktivitas tertunda,  serta harus merelakan diri kehilangan pekerjaan serta  penghasilan. Alhasil dalam kondisi seperti ini, diperlukan pola pikir pantang menyerah,  dalam mencari alternatif  kegiatan baru,  agar tetap produktif meskipun di rumah saja. Pastinya ngeblog akan menjadi salah satu jalan untuk tetap produktif yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

                                                                            Pexels

8. Menambah Penghasilan.

Alhasil dengan mencoba produktif, pastinya penghasilan akan mengikuti. Begitu pula dengan dunia blog. Semakin konsisten menulis blog, kemungkinan peluang mendapatkan penghasilan semakin besar. Saat ini banyak sekali pekerjaan lepas,  yang membutuhkan jasa seorang blogger untuk mempromosikan suatu produk. Ada juga pekerjaan sebagai content writer atau content placement. Bahkan ketika memenangkan satu lomba blog, terkadang hadiah yang tersedia cukup menggiurkan, bahkan dengan nominal yang jauh melebihi penghasilan seorang karyawan. Cukup menarik,  bukan?

 

Nah, setelah ini, rasa-rasanya ibu rumah tangga seperti saya mampu untuk lebih serius menekuni aktivitas ini. Setidaknya diperlukan satu tekad kuat untuk selalu mengingat apa yang menjadi BIG WHY, lalu mempelajari apa manfaat ngeblog tersebut. Selanjutnya berusaha keras untuk tetap konsisten mencari ide,  dan segera menuangkannya dalam bentuk tulisan di media blog. So, Happy blogging!

                                                                        

Yuk Lanjut

Minggu, 14 Februari 2021

Pelajari 5 Tipe Konsumen Ini Agar Bisnis Semakin Melesat

 



Menjalani bisnis online ternyata tak semudah yang dibayangkan. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika mulai menjalankannya. Padahal kata orang, bisnis online saat ini sangat mudah,  dan menjanjikan penghasilan yang menggiurkan, jika memang fokus menekuninya. Tapi entah kenapa saya masih juga menjalaninya dengan  mellow alias baper. Mungkin salah satu faktornya karena ketidaksiapan saya berhadapan dengan tipe konsumen yang beragam itu. Sedangkan di satu sisi saya belum memiliki cukup ilmu untuk menyikapi persoalan ini.

Pada akhirnya saya pun harus belajar banyak tentang bisnis.  Terutama yang berhubungan dengan pengetahuan,  seputar  tipe konsumen yang sering ada di lingkaran penjualan. Seperti bagaimana ciri-cirinya, kebiasaan apa yang sering konsumen lakukan ketika bertransaksi. Lalu mengapa sih perlu mempelajari hal ini? Ya, tak lain agar supaya seorang pebisnis bisa menyikapi calon konsumennya, tak mudah baper jika belum sesuai harapan, serta  mempersiapkan langkah jitu untuk menaklukkannya,   hingga terjadi transaksi pembelian. Dengan begitu alhasil  bisnis pun akan semakin meningkat penjualannya.

Nah, sekarang yuk mengenal 5 tipe konsumen dalam bisnis.


5 Tipe Konsumen dalam Bisnis.


Konsumen Tipe Pencari.

Tipe konsumen ini adalah orang yang benar-benar berniat membeli produk karena sangat membutuhkannya. Biasanya  tipe ini selalu mencari produk terbaik, berkualitas,  dengan harga terjangkau. Bagaimana caranya ia bisa mendapatkan produk dengan harga sebanding dengan kualitasnya. Bisa jadi ketika merasa puas dengan barang yang dibeli, ia akan membelinya lagi di kemudian hari.



Konsumen “Si Bibi Teliti”.

Konsumen tipe ini adalah orang yang ketika membeli barang, selalu meneliti sampai sedetil mungkin. Namun faktanya calon konsumen seperti ini tak banyak mengetahui gambaran produk tersebut. Pemahaman yang kurang terhadap spesifikasi barang inilah,  yang membuatnya bertanya banyak hal pada si penjual hingga ia memahaminya. Sehingga terkadang timbullah kesan jika si konsumen tipe ini adalah cerewet dan sering menguji kesabaran si penjual.


Konsumen “Sekedar Cuci Mata”.

Kalau konsumen tipe si cuci mata ini,  dengan hanya melihat-lihat barang-barang si penjual, ia sudah cukup puas dan bahagia. Jarang sekali ketika melihat barang, ia berniat untuk membelinya. Aktivitas melihat barang di toko si penjual ini hanya sekedar  mengisi waktu luangnya. Siapa tahu ada koleksi terbaru yang akan bisa ia beli suatu saat nanti,  atau sekedar menginfokannya kepada teman.




Konsumen “I Love Diskon”.

Konsumen macam ini akan berbelanja besar-besaran ketika musim potongan harga tiba. Ia biasanya akan mengamati momen-momen tertentu dimana akan terjadi pesta diskon itu, mengumpulkan penghasilannya demi bisa membeli produk yang diinginkan dengan harga semurah mungkin. Terkadang ia juga masih mencari keuntungan apa lagi yang bisa didapatkan dari musim diskon ini. Seperti masihkah ada tambahan hadiah ketika membeli produk tersebut.


Konsumen “Hit and Run”.

Konsumen ini tipe ini sering menanyakan produk, kualitas dan harganya. Meminta total perhitungan barang dan tujuan pengiriman uang untuk membeli produk. Namun tanpa alasan tiba-tiba menghilang, tidak mengonfirmasi jadi tidaknya membeli barang,  atau tak kunjung membayar. Tentunya kejadian seperti ini akan memberikan kerugian kepada si penjual.


Adanya 5  tipe konsumen ini, sungguh membuat saya harus mempelajari karakter setiap orang yang akan membeli produk. Setidaknya dengan begitu saya akan memiliki cara untuk menyikapi,  dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Bukankah meningkatnya hasil penjualan juga terjadi karena faktor pelayanan yang baik?


Yuk Lanjut

Kamis, 19 November 2020

Berkenalan dengan Orang Baru itu Mudah! Yuk, Pelajari Tujuh Prosesnya.

 


          Sumber gambar : pixabay


Bekerja sebagai karyawan di satu perusahaan, proses mutasi atau perpindahan pegawai menjadi satu hal yang lumrah. Terkadang memang harus dilakukan,  demi meminimalisir kejenuhan seorang pegawai, serta agar lebih fresh dan meningkatkan produktivitas.


Saya pun pernah berkali-kali mengalami proses mutasi ini. Dari satu kantor ke kantor lain. Dari bagian satu ke bagian lain. Sehingga dari sinilah akhirnya saya mendapatkan banyak ilmu baru, dan juga teman-teman baru.


Tetapi jujur saja. Terkadang ketika memasuki satu lingkungan baru, saya termasuk tipe orang yang tak mudah berkenalam dengan orang lain. Teman baru yang otomatis akan menjadi rekan kerja saya. Seringkali saya membutuhkan waktu lebih banyak,  untuk bisa menjalin pertemanan yang akrab. Tak jarang saya merasa iri dengan teman lain,  yang begitu mudahnya berkenalan dengan orang baru. Padahal saya tak ingin dianggap sebagai orang  sombong hanya karena tak pandai berkenalan. Repot juga kan?


Namun ketika saya mulai memahami ilmunya, ternyata ada beberapa proses yang perlu saya lakukan,  agar berkenalan dengan orang baru semudah membalik telapak tangan.



      Sumber gambar : pixabay


Pasang Senyum Manis dan Tulus.


Senyum manis dan tulus, adalah senjata termudah,  untuk membuka perkenalan dengan orang baru. Orang baru tersebut akan langsung mengetahui, jika seseorang ingin berkenalan dengannya. Orang baru itupun akan merasa nyaman, dan tak lama pasti akan membuka perbincangan awal.  Beda hal ketika sejak awal seseorang  menampakkan muka serius dan tanpa senyum. Orang baru akan merasa segan,  dan menganggapnya sebagai orang yang  tak ingin  diganggu.


Ada Ketertarikan.


Saat perbincangan awal sudah terbuka, menunjukkan  ketertarikan atau antusias terhadap semua cerita  orang baru adalah mutlak. Tunjukkan antusias itu, meskipun mungkin cerita tersebut membosankan,  atau kurang menarik. Bisa jadi pada awalnya terasa hambar, namun berjalannya waktu akn membuat hubungan dengan orang baru semakin akrab. Bahkan bisa menjadi sahabat.


Jangan Lupakan Nama.


"Apalah arti sebuah nama" begitu kata orang. Tetapi tak demikian halnya ketika berkenalan dengan teman baru. Mengingat nama menjadi wajib hukumnya. Sebab berkenalan dengan menyebut dan mengingat nama, adalah satu bentuk kepedulian dan penghargaan kepada orang lain. Perkenalan pun akan berjalan dengan baik dan semakin akrab. Perbincangan juga akan semakin seru karena terasa seperti sudah lama berkenalan.


Menjadi Pendengar yang Baik. 


Jika ingin memulai satu perbincangan yang seru dan menarik, maka komunikasi yang terjalin hendaknya berasal dari dua arah. Artinya terkadang harus berada di sisi yang berbicara, dan ada kalanya juga harus berada di posisi yang mendengarkan. Tak hanya dengan saudara, teman atau sahabat yang sudah dikenal sejak lama, tetapi dengan teman baru pun demikian adanya. Sebab bisa jadi dari perbincangan seru dua arah ini, seseorang akan terinspirasi dan termotivasi,  dari sekilas ilmu yang ia dengarkan dari orang lain. 


Kontak Mata.


Hal penting lain yang perlu diperhatikan saat berkenalan dengan orang baru adalah lakukan kontak mata. Hindari berkenalan dan berbicara dengan pandangan mata bukan ke arah lawan bicara. Atau pandangan mata lebih terfokus pada gawai, dan bahkan memandang orang  lain dengan pandangan kosong. Sebab berbicara dengan kontak mata merupakan salah satu norma kesopanan dalam berinteraksi dengan orang lain.



       Sumber gambar : pixabay


Fokus pada Topik. 


Berbicara dengan orang baru pun tak luput dari keharusan,  untuk fokus pada topik pembicaraan. Maka di sinilah pentingnya,  untuk selalu mengupdate diri dengan hal baru apapun yang menjadi topik terhangat saat ini. Coba saja bayangkan, jika topik pembicaraan hanya dikuasai oleh satu orang. Teman baru pun akan menganggap lawan bicaranya adalah orang yang tidak menarik,  karena tak bisa menanggapi apa yang sedang dibicarakan.


Be Yourself.


Berkenalan dengan orang baru juga wajib menampilkan diri sendiri apa adanya. Tampilkan image biasa-biasa saja sesuai dengan kepribadian yang dimiliki. Jangan berubah menjadi orang lain. Selain itu yang terpenting hindari memaksakan kehendak, karena tak semua orang memiliki minat yang sama. Tampil menjadi diri sendiri akan membuat orang lain menemukan sisi unik,  yang bisa jadi akan menarik perhatiannya.


Berkenalan dengan teman baru sejatinya membuka berbagai peluang  di masa datang. Asalkan semua dijalani dengan proses yang baik dan alami. So, siap mengenal teman baru lagi?






Yuk Lanjut

Kamis, 12 November 2020

Momentum Hari Ayah, Berikut Empat Film Keren Mengharu Biru tentang Sosok Ayah


         Sumber gambar : pixabay


Betapa kurang updatenya saya. Dari status media sosial beberapa teman, saya baru mengetahui bahwa hari ini adalah hari ayah. Padahal sebelumnya saya hanya paham dengan adanya Hari Ibu,  yang ditandai di tanggal 22 Desember. 


Ayah. Tak bisa dipungkiri bahwa seorang ayah  juga memiliki peran besar dalam sebuah keluarga. Sebagai kepala keluarga yang harus dihormati, pencari nafkah, pendidik, pengayom dan pelindung bagi keluarga. Meskipun ada kalanya semua peran tersebut ia jalankan tanpa banyak bicara.


Saya pun pernah memiliki figur ayah yang sangat saya kagumi hingga saat ini. Teringat betul betapa ayah saya dulu adalah seseorang yang sangat protektif terhadap anak-anaknya. Terlebih saya adalah anak perempuan satu-satunya. Terhadap sikap beliau yang sangat protektif ini, jujur saya tak pernah merasa keberatan. Karena saya yakin, sikap protektif beliau semata-mata demi kebaikan anak-anaknya.


Berbicara tentang sosok ayah, saya jadi teringat, ada beberapa film tentang figur seorang ayah yang mengharu biru,  dan sangat layak menjadi tontonan keluarga. Film apa sajakah itu? 


Finding Nemo.


   Sumber gambar : Disney Movie


Memang sih ini hanya film kartun dan sangat cocok untuk tontonan anak-anak. Berkisah tentang kehidupan ikan kecil di lautan yang luas. Namun siapa sangka jika  film ini ternyata memiliki pesan moral tentang perjuangan seorang ayah. Betapa ikan bernama Marlin yang berjuang mencari Nemo anaknya yang hilang di lautan lepas. Betapa khawatirnya Marlin karena Nemo memiliki sirip cacat, dan ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya. Di film inilah tergambar dengan jelas,  bahwa ayah memiliki peran sangat besar sebagai pelindung keluarga.


The Pursuit of Happines


      Sumber gambar : wikipedia

Siapa sih yang tak kenal dengan aktor yang satu ini? Yes, Will Smith adalah pemeran utamanya.  Si hitam manis dengan aktingnya yang ciamik, mampu mengaduk emosi penonton,  tatkala berperan sebagai Chris Gardner. Seorang ayah yang berprofesi sebagai penjual alat kesehatan. Kehidupannya  tiba-tiba berantakan akibat perceraiannya dengan sang istri,  membuat hidupnya menjadi tak tentu arah di jalanan,  bersama dengan anak semata wayangnya,  yang diperankan oleh anaknya sendiri yaitu Jaden Smith. Di sini sangat terlihat jelas peran penting sang ayah,  bahwa bagaimanapun kondisi yang sedang dihadapi, 

maka mau tak mau ia tetap harus bertanggung jawab atas keluarganya. Film ini menjadi sangat apik karena diperankan langsung oleh Will Smith dan Jaden Smith,  yang memang benar-benar memiliki hubungan ayah dan anak, sehingga chemistry antara keduanya terasa sangat menyatu.


Mrs Doubtfire.


      Sumber gambar : wikipedia


Film ini rilis di tahun 1993,  dan waktu itu saya sangat suka dengan film ini (Jadi ketahuan kan berapa usia saya sekarang. Ups😂). Film yang dibintangi oleh Robin William sebagai pemeran utamanya,  ini juga mampu mengaduk emosi penonton. Berkisah tentang seorang suami berkarakter sangat berbeda dengan sang istri,  yang karena persoalan sepele justru menjadi biang perceraian. Hak asuh anak pun jatuh ke tangan sang istri. Sehingga sang suami Daniel Hillard yang diperankan oleh Robin William ini,  berusaha keras untuk tetap dekat dengan anak-anaknya.  Caranya dengan menyamar sebagai asisten rumah tangga dan pengasuh anak-anak. Bisa dibayangkan kelucuan dan keharuan,  ketika ayah dan anak-anaknya saling bertemu,  sampai merasa keterikatan batin yang sangat kuat diantara mereka. Terbukti bahwa setegas atau sekuat apapun, seorang ayah tetap memiliki rasa rindu, dan ingin selalu dekat dengan anak-anaknya.


CJ7.


      Sumber gambar : IDN times


Film yang rilis tahun 2008 ini merupakan produk Asia,  namun memiliki cerita dan pelajaran luar biasa tentang perjuangan seorang  ayah.  Dibintangi oleh Stephen Chow sebagai ayah,  yang berkehidupan miskin dengan anak semata wayangnya. Meskipun miskin, ia bertekad memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Ia menyekolahkan sang anak di sekolah terbaik,  dengan tujuan si anak bisa mengenyam pendidikan yang jauh lebih baik dari ayahnya. Namun sang anak terus menerus mendapat perlakuan tak baik dan dijauhi teman-temannya,  hanya karena kemiskinannya. Lalu tiba-tiba datanglah makhluk asing bernama CJ 7 yang akhirnya menjadi sahabat si anak. Si anak awalnya memanfaatkan kehadiran CJ7 ini untuk memenuhi semua keinginannya. Tetapi sang ayah tak menyukai tindakan tersebut,  dan tetap berusaha mengajarkan anaknya agar selalu jujur pada diri sendiri. 


Itulah empat film tentang ayah yang sukses membawa perasaan untuk selalu merindukan dan menyayangi sosok ayah. Nah, bagaimana dengan teman-teman? Film tentang ayah apa yang menjadi favorit untuk dinikmati sebagai kebersamaan,  atau mengenang sosok ayah?


Yuk Lanjut

Kamis, 05 November 2020

Empat Kekhawatiran Pasca Berhenti Bekerja dan Cara Mengantisipasinya

 


                                                                Sumber gambar : pixabay



Bagi sebagian orang,  memutuskan resign dari pekerjaan bukanlah perkara mudah. Entah bagi karyawan yang resign untuk mencari pekerjaan baru,  atau karyawati yang ingin beralih peran sebagai ibu rumah tangga.

 Berbagai dilema biasanya menyertai sebelum mengambil keputusan tersebut. Sebab hal ini akan menyangkut masa depannya kelak. Masa depan diri sendiri dan juga keluarga.

Saya pun pernah berada dalam fase ini. Ada keinginan yang sangat kuat untuk berhenti dari pekerjaan, demi sebuah tujuan sederhana. Ingin belajar menjadi istri dan ibu yang baik. Namun di sisi lain hati saya merasakan suatu pemikiran, yang faktanya mampu mempengaruhi keinginan resign tersebut.

Sampai suatu saat mendengar satu nasehat dari teman baik. "Tetapkan dulu apa yang menjadi tujuan hidup ini. Lalu coba renungkan. Apakah tujuan hidup tersebut bisa dicapai dengan resign atau sebaliknya."

Hingga akhirnya dengan berbagai pertimbangan dari keluarga dan teman, mencari ilmu, dan tentunya memohon petunjuk pada Yang Mahakuasa, resign pun menjadi keputusan.



                                                               Sumber gambar : pixabay


Kekhawatiran akan Rezeki.

Satu hal yang pasti menjadi kekhawatiran setelah berhenti bekerja adalah,  dari mana saya akan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan. Tentunya kekhawatiran ini tak sama antara seorang kepala keluarga, lajang dan ibu pekerja yang merangkap ibu rumah tangga. Untuk kepala keluarga pastinya ada perasaan bersalah,  jika pasca resign masih belum juga berpenghasilan. Bagi lajang ia akan berpikir,  bagaimana cara mendapat rezeki untuk kebutuhannya sendiri. Sedangkan bagi ibu pekerja, ia akan merasa kasihan pada suami,  karena tidak bisa ikut menopang perekonomian keluarga.

 

Kekhawatiran akan Rasa Bosan.

Bosan. Itu pula yang akan terjadi, jika seseorang resign,  di saat belum menemukan solusi lain, agar tetap beraktivitas dan berpenghasilan. Terlebih ketika  situasi ekonomi sedang tak menentu seperti sekarang ini. Ditambah dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi.

 

Kekhawatiran akan Status Sosial.

Status sosial ini pula yang menjadi dilema tersendiri,  ketika seseorang memutuskan berhenti bekerja. Seorang pria yang sedang berada di puncak karir,  dan tiba-tiba saja meninggalkan zona nyaman demi beralih ke profesi lain. Atau seorang ibu rumah tangga yang berani resign demi keluarga. Gunjingan dan nyinyiran pasti akan terdengar di mana-mana dan dari siapa saja. Ada yang menyayangkan, mengejek dan entah reaksi lainnya. Terlebih ketika ia menyandang gelar pendidikan tertinggi dan dalam puncak karir yang bagus.




                                                                  Sumber gambar : pixabay



Kekhawatiran akan Langkah Berikutnya.

Ini berlaku bagi orang-orang yang memutuskan resign tanpa perhitungan. Keputusan resignnya hanya berdasar emosi, karena kurang kondusifnya suasana kerja. Sehingga ia hanya memikirkan bagaimana caranya segera meninggalkan pekerjaan di tempat lama. Urusan pekerjaan pengganti, akan dipikirkan berikutnya. Namun setelah benar-benar terbebas dari segala persoalan di pekerjaan lama, dan pekerjaan pengganti belum didapat, alhasil mulai cemas dengan kelangsungan hidupnya.

 

Baca pula : Resign Bukan Perkara Mudah, Inilah Sepuluh Hal yang Menjadi Alasan


Lantas bagaimana?

 

Berhenti bekerja tak semata-mata hanya tentang sebuah keputusan. Dibutuhkan keberanian untuk meyakininya. Setidaknya seseorang sudah siap dengan cara mengantisipasi kekhawatiran pasca resign tersebut.

 

Pahami ilmu.

Sebelum memutuskan  resign, setidaknya seseorang harus memahami ilmunya terlebih dahulu. Seperti seorang ibu rumah tangga sekaligus pekerja, jika memutuskan resign harus seizin suami. Meminta pertimbangan suami serta keluarga,  dan  membicarakannya bersama. Agar semua siap dengan konsekuensinya,  dan bersedia mendukung keputusan tersebut. Untuk seorang lajang, maka ia dapat mencari beberapa pengetahuan,  tentang sisi negatif dan positif dari resign, bagaimana mengajukan resign yang dapat diterima semua pihak, dan solusi apa yang diambil untuk langkah berikutnya. Ini semua perlu dilakukan agar resign menjadi keputusan yang matang dan siap dengan solusinya.

 

Mencari Kesibukan.

Untuk mengatasi rasa bosan karena sudah berhenti bekerja, maka mencari kesibukan adalah langkah tepat. Melakukan hal-hal yang disukai, menekuni hobi, sembari berusaha mencari pekerjaan baru yang lebih baik.  Atau mengisi hari dengan belajar berbagai ilmu. Setidaknya ilmu ini akan berguna untuk bekal memasuki masa pasca resign. Tak ada salahnya pula belajar ilmu agama, sebagai pengetahuan agar bisa beribadah lebih baik lagi,  setelah sebelumnya ibadah adalah aktivitas sambil lalu karena lebih mementingkan pekerjaan.

 

Keyakinan dalam Diri.

Satu hal yang harus dipahami oleh semua orang bahwa "rezeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki. Bukan karena suatu pekerjaan." Apapun pekerjaannya,  tetap tak akan mendatangkan rezeki jika Allah tak menghendaki. Dan  hendaknya keyakinan ini tertanam dalam hati, sehingga kekhawatiran akan hilangnya rezeki tak perlu terjadi.



                                                                 Sumber gambar : pixabay 


Persiapkan Solusi setelah Resign.

Tentunya solusi ini yang mampu menjadi tumpuan perekonomian keluarga. Entah dengan mencari pekerjaan baru yang lebih baik, ataupun beralih profesi dari sebelumnya. Ibu pekerja yang memutuskan resign juga mampu mencari penghasilan dari rumah. Misal dengan berjualan,  atau menekuni hobi yang bisa mendatangkan uang. Persiapkan solusi yang solutif, maka keputusan resign pun menjadi mudah untuk dijalani.

 

Tak Perlu Menyesal.

Setiap keputusan pastinya memiliki resiko tersendiri,  entah positif atau negatif,  yang harus mampu diterima diri sendiri maupun semua pihak. Tak perlu menyesali, jika dirasa ternyata keputusan yang diambil kurang benar. Menjalani keputusan resign dengan hati lapang dan berpasrah jauh lebih baik. Bukan tak mungkin jika suatu saat akan membuka peluang lain yang terbaik dalam mencari rezeki.

 

Fokus pada Diri Sendiri dan Masa Depan.

Maksudnya tak perlu kembali mengingat masa lalu sewaktu masih berjaya menjadi karyawan atau pimpinan perusahaan sekalipun. Keputusan telah diambil dan saatnya menjalani yang telah diputuskan. Tak perlu pula melihat kondisi orang lain. Sebab pada dasarnya setiap orang melakukan keputusannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Tetap fokus dan jadikan pengalaman berharga untuk melangkah ke depan.

 

Resign adalah keputusan yang tak mudah. Di balik keputusan tersebut, ada satu tujuan hidup yang sebenarnya, sehingga seseorang memutuskan untuk menjalaninya. Hanya keikhlasan dan kesabaranlah  yang menjadi kunci keberhasilannya.


Yuk Lanjut

Kamis, 29 Oktober 2020

Ingin Belajar Sistem Daring? Sembilan Hal Ini Wajib menjadi Perhatian


                                    Sumber gambar : Channel Telegram Motivation dan Inspiration


Sejak beralih peran sebagai ibu rumah tangga, praktis kehidupan keseharian saya menjadi banyak berubah. Setelah sebelumnya lebih banyak disibukkan dengan tugas sebagai karyawan,  bekerja di kantor selama kurang lebih delapan jam, kini saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengurus rumah tangga full time dengan segala keriuhannya,  terlebih pada saat memperhatikan kebutuhan suami dan anak.

 

Alhasil  saya pun harus belajar banyak,  dan cepat beradaptasi dengan kondisi  baru ini. Memang bukan hal mudah, namun saya yakin seiring berjalannya waktu, semuanya akan berjalan dengan baik.

 

Perubahan aktivitas ini pada akhirnya membuat saya  berpikir. Bahwa meskipun sebagai ibu rumah tangga biasa, bukan berarti saya harus berdiam diri, dan tak ada rencana untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dalam arti berhenti belajar tentang segala hal yang ingin saya ketahui. Belajar sejatinya harus dilakukan terus menerus selama kemampuan masih ada. Meskipun mungkin hasilnya belum bisa dinikmati sekarang, tapi setidaknya saya bisa berbagi pengalaman.

 

Jadi, saya pun mulai mengisi aktivitas dengan daftar tambahan,  yaitu belajar di rumah. Menggunakan sistem daring. Termasuk ketika beberapa waktu kemarin saya menambah ilmu menulis blog bersama Ruang Aksara. Alokasi waktu yang lebih banyak di rumah, ditambah dengan masa pandemi yang mengandalkan dunia online sebagai sarana berkegiatan, nyatanya belajar pun menjadi lebih mudah.

 

Namun semakin lama saya rasakan, bahwa belajar secara daring ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian,  kala memutuskan untuk belajar dengan sistem daring tersebut.



                                                      Sumber gambar : pixabay

 

 

Tetapkan Niat dan Tujuan.

 

Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah,  tentang niat dan tujuan belajar. Dari niat dan tujuan ini seseorang akan lebih mudah memilih,  dan menetapkan ilmu yang hendak dipelajari, sehingga lebih bersemangat dalam belajar,  dikarenakan telah memiliki pandangan manfaat dari ilmu tersebut.

 

Tersedianya Waktu.

 

Meskipun lebih banyak di rumah, ternyata tak jarang seorang ibu rumah tangga seolah kebingungan mengatur waktunya. Termasuk saya. Akhirnya sering mengeluh kekurangan waktu dengan dalih padatnya aktivitas. Padahal alokasi waktu setiap orang adalah sama yaitu 24 jam. Sehingga sangat mustahil jika beralasan kekurangan waktu. Disinilah letak pentingnya disiplin mengatur waktu,  agar semua aktivitas berjalan lancar, termasuk ketika berencana menambah ilmu.

 

Berbayar? Tak Masalah!

 

Belajar dengan sistem daring dan  berbayar, sejatinya membawa keberkahan tersendiri, baik untuk pihak  si pengajar, ataupun pihak yang belajar. Sebab ilmu adalah  titipan dari Sang Mahakuasa kepada seseorang,  untuk bisa ditularkan.  Dengan harapan demi menebar manfaat kepada orang lain. Bagi pihak yang belajar, dengan membayar harga ilmu tersebut, maka ia akan lebih bersemangat. Bisa jadi akan merasa sayang, ketika  ilmu yang didapat tak bisa di aplikasikan dalam kehidupan.

 

Hindari menjadi Silent Rider.

 

Terkadang ada beberapa orang yang tak banyak bersuara,  ketika belajar secara daring ini. Hanya menyimak ilmunya saja. Tak pernah bertanya atau merespon hal-hal yang menjadi bahan diskusi.  Bahkan mungkin tidak menyimak sama sekali. Bisa jadi karena memang mempunyai sifat pemalu, banyak kesibukan,  atau jadwal belajar yang berbenturan dengan jadwal aktivitas lainnya. Sering ketinggalan materi.  Patah arang pun tak terhindari.

 

Tidak Meremehkan.

 

Banyak pembelajaran daring,  yang menggunakan sistem memberikan materi berupa video atau teks,  yang bisa dipelajari kapan saja dan dimana saja, sesuai janji yang pernah  diberikan saat mendaftar untuk belajar. Inilah yang membuat seseorang seringkali meremehkan hal tersebut. Saya pun pernah mengalaminya.  Saya pernah mendaftar satu pelajaran.  Dengan berbagai alasan, saya tak menganggap serius pelajaran ini. Saya hanya berpikir "Ah, besok bisa dipelajari jika sudah tak sibuk lagi. Materinya pasti tak akan dihapus oleh mentor, karena janji kemudahan mengakses materi kapan saja. Namun alangkah terkejutnya saya,  ketika suatu saat berniat untuk  belajar, ternyata materi tersebut sudah dihapus oleh pemateri. Karena pemateri berharap ketika seseorang memutuskan belajar, seharusnya ia serius, dengan berusaha keras mengikuti semua pembelajaran. Itulah yang dinamakan belajar yang sesungguhnya. Biaya yang saya keluarkan pun menjadi sia-sia akibat meremehkan hal ini.




                                          Sumber gambar : pixabay


Catatan Itu Penting dan Wajib Hukumnya.

 

Selayaknya belajar di sekolah, mencari ilmu lewat daring pun wajib memiliki catatan khusus tentang ringkasan materi. Mengapa? Karena daya tangkap dan ingat seseorang tentunya memiliki keterbatasan. Catatan ini sangat membantu, jikalau ingin mempelajari kembali ilmu di waktu yang akan datang. Tak hanya itu. Catatan ini juga akan bermanfaat, jika ingin berbagi ilmu dengan orang lain.

 

Jalin Komunikasi Perbanyak Relasi.

 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa,  silaturahmi adalah salah satu jalan membuka pintu rejeki. Oleh karena itu,  sebaiknya menuntut ilmu disertai dengan bertegur sapa dengan teman baru. Jalani komunikasi dengan santun dan menyenangkan. Jika suatu saat ada teman baru yang menawarkan kerjasama, bukankah hal itu menjadi awal pembuka pintu rejeki?

 

Berlatih adalah Wujud Belajar.

 

Beberapa pembelajaran secara daring tak melulu hanya memberikan materi. Tetapi ada juga yang menambahkan tugas,  sebagai bahan untuk berlatih. Dan jika memang menginginkan keberhasilan dalam menerapkan ilmu, maka berlatih menjadi hal yang wajib tentunya. Lalu diskusikan bersama dengan mentor dan teman lainnya. Tak perlu baper ya,  jika ada yang memberi masukan atau kritik. Sebab kritik sejatinya adalah bentuk kepedulian dari teman,  demi perkembangan  diri.

 

Belajar adalah salah satu hal yang tak terbatas ruang dan waktu. Asalkan selalu ada niat di dalam hati, maka belajar kapan pun dan di manapun akan menjadi mudah dijalani. Semangat belajar teman-teman!

 


Yuk Lanjut

Kamis, 22 Oktober 2020

Kenali Faktor Penyebab Lenyapnya Gaji Sebelum Waktunya. Poin 3 Patut Waspada!

 



                                                                   www.pixabay.com



Bagi seorang karyawan, satu tanggal tertentu dalam satu bulan,  menjadi masa yang sangat menyenangkan.  Iyes, tanggal penerimaan gajian.  Sebab di tanggal tersebut,  seseorang akan mendapatkan penghasilan,  buah dari hasil kerja kerasnya.  Dan jujur saya pernah mengalami masa-masa tersebut.

 

Namun selain membahagiakan, ternyata seorang karyawan pun bisa pula menjadi resah akibat gaji. Yaitu ketika gaji yang diterimanya,  ternyata tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal bisa jadi gaji tersebut sudah sesuai dengan takaran hasil kerjanya. Sehingga akhirnya bertanya-tanya kok masih enggak cukup ya? Dan tak sedikit pula yang akhirnya berpikiran “ Seharusnya gajiku harus lebih dari ini. Kan aku sudah bekerja secara maksimal.” Nah, ujung-ujungnya jadi tidak bersyukur, bukan?

 

Sungguh miris. Tetapi mau tak mau tetap harus mencari apa sih yang menjadi penyebabnya. Tak lain dan tak bukan,  agar kesalahan dalam mengatur keuangan tak terulang kembali. Betul?

 

Tak Terkontrol.

 

Salah satu sebab tak tercukupinya gaji untuk  pemenuhan kebutuhan hidup adalah,  kurang terkontrolnya antara pemasukan dan pengeluaran uang. Tak adanya catatan yang menjelaskan posisi keuangan sebenarnya, sehingga akhirnya tak mengetahui,  kemana larinya semua penghasilan tersebut. Padahal catatan  tersebut sangat penting  sebagai alat kontrol aliran keuangan. Setidaknya memahami apa yang harus menjadi prioritas pemenuhan kebutuhan.

 

Tak Kuat Godaan.

 

Apa jadinya jika seseorang tak kuat menahan godaan menggiurkan  dari barang-barang potongan harga? Iyes, tentunya ia akan menjadi kalap saat berbelanja. Bahkan melupakan kebutuhan yang jauh lebih penting daripada barang-barang yang sekedar memenuhi hawa nafsu tersebut. Alhasil gaji sebulan pun bisa jadi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan.



                                                                     www.pixabay.com

Pinjaman Tanpa Bunga? Wah,  Boleh Juga!

 

Hayo, siapa yang tak tergoda dengan pinjaman tanpa bunga? Alias cicilan 0%? Dengan kemudahan yang ditawarkan, pinjaman  ini acapkali  membuat seseorang  terjebak,  dalam lingkaran persoalan keuangan yang sulit terselesaikan.  Belum lagi sensasi ketakutan dan was-was ketika uang untuk membayar tagihan tak tersedia. Akibatnya? Gaji sebulan dapat habis  dalam waktu sekejap,  hanya untuk membayar tagihan tersebut.

 

Tak Cukup Ilmu tentang Finansial.

 

Tak sedikit pula orang yang meremehkan,  betapa pentingnya ilmu tentang mengatur keuangan. Tentang apa yang harus dilakukan,  dan apa yang sebaiknya dihindari.   Juga pengetahuan tentang bagaimana mengatur keuangan dengan baik beserta cara-caranya. Sehingga wajar saja jika pada akhirnya mengeluh, mengapa gaji sebulan masih saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan. Padahal memiliki simpanan dana sanagt dibutuhkan untuk kebutuhan jangka panjang dan tak bisa diprediksi sebelumnya.

 

Kebiasaan Buruk yang Sudah Mendarah Daging.

 

Ada beberapa kebiasaan buruk,  yang faktanya sanggup  memporak porandakan pundi-pundi keuangan. Katakan seperti kebiasaan menyantap makanan di luar rumah, merokok, dan kebiasaan menghamburkan uang untuk hal tak bermanfaat. Faktanya kebiasaan tersebut seringkali menghabiskan uang dalam nominal cukup besar. Jika kebiasaan tersebut sudah mendarah daging sejak lama, dan sulit dihilangkan, maka jangan salahkan jika gaji habis sebelum waktunya.

 

Nah, itulah faktor penyebab mengapa  gaji serasa tak pernah cukup dalam sebulan.  Sepakat? Atau teman-teman ada yang ingin menambahkan?



Yuk Lanjut

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...