Kamis, 28 Juli 2016



Cara Cepat dan Mudah Bergabung di Situs Menulis Online Sribulancer
Hobi menulis yang saya tekuni beberapa waktu ini, membuat saya berniat ingin mengembangkannya menjadi tulisan yang bermanfaat dan menghasilkan. Dari beberapa training menulis yang saya ikuti, membawa saya untuk mencoba bergabung ke dalam situs menulis online Sribulancer.Apakah Sribulancer itu dan bagaimana cara untuk bergabung di dalamnya?
Sribulancer adalah tempat bagi pemberi kerja untuk mencari pekerja profesional di bidang jasa penulisan,  serta memberi kesempatan pencari kerja mendapatkan job  menulis sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Adapun jasa penulisan yang tersedia sangat beragam, seperti website, pengembangan aplikasi mobile, penulisan blog dan artikel, desain dan multimedia, bisnis dan pemasaran serta data entri dan administrasi.
Nah sekarang,  bagaimana cara cepat dan mudah melakukan register sebagai syarat  bergabung dengan Sribulancer ini?

1.      Klik link https://www.sribulancer.com dan akan muncul tampilan berikut ini :


Klik tombol Register di pojok kanan atas berikut ini :



1.      Tampilan setelah menekan tombol register  :


T  Tekan tombol Daftar Sebagai Pekerja :


1.   Terlihat tampilan seperti ini, isi biodata secara lengkap dan jelas kemudian klik Daftar Sebagai Pekerja :




1.      Setelah semua proses tersebut dilakukan, akan ada pemberitahuan melalui email dari Sribulancer   bahwa akun yang diajukan sudah disetujui berikut ini :

Lanjutkan dengan proses aktivasi melalui link yang telah dikirimkan melalui email 



1.      Langkah selanjutnya isi data profil selengkapnya termasuk memasukkan foto pribadi seperti berikut ini :





1.      Tujuan dari isi data profil secara lengkap ini untuk meyakinkan pemberi kerja dalam merekrut calon pencari kerja berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya.
1.      Tekan tombol Simpan Profil :

1.      Setelah selesai melakukan Simpan Profil maka akun yang didaftarkan telah aktif, dan si pencari kerja bisa langsung memanfaatkan akunnya untuk berburu job menulis sesuai dengan keahliannya.
Ternyata mudah bukan untuk bergabung di situs Sribulancer ini? Yuk, jangan ragu untuk mencobanya ya. 







Yuk Lanjut

Senin, 18 Juli 2016





Jangan Pernah Mencoba Bermain Dengan Waktu

Mencoba bermain dengan waktu adalah salah satu cerita kehidupan yang  tidak akan pernah saya lupakan. Betapa bermain dengan waktu dirasakan sebagai suatu pelajaran berharga yang mampu membuat hidup menjadi tidak bermanfaat, sia-sia, menyebabkan ketertinggalan bahkan malapetaka.

Entah bagaimana awalnya akhir-akhir ini saya menjadi tertarik dengan  game online. Permainan yang sebetulnya mudah, tidak menguras pikiran namun bisa membawa efek ketagihan. Sejak sering memainkan game online saya seperti menjadi orang yang ketergantungan terhadap sesuatu. Pagi, siang, sore, malam, tengah malam, dini hari, setiap membuka dan menutup mata selalu memainkan game onlineitu. Rasanya seperti sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

Namun pada hari itu saya merasakan akibatnya. Saya adalah seorang karyawan suatu perusahaan yang mempunyai aktivitas bekerja dimulai pada absen pagi pukul setengah delapan  dan diakhiri dengan absen sore pukul setengah lima. Sedangkan di rumah saya adalah ibu rumah tangga dengan seorang putri kecil yang otomatis saya mempunyai peran ganda sebagai ibu pekerja dan ibu rumah tangga.

Pada hari itu seperti biasa saya bergantian dengan suami mempersiapkan segala hal untuk berangkat ke tempat kerja. Selagi suami bersiap-siap, saya menjaga si kecil yang masih tertidur di kamar atas sambil memainkan game online kesukaan. Setelah suami selesai bersiap-siap saya masih terus memainkan game online tersebut tanpa menghiraukan waktu yang terus berjalan. Pikiran meremehkan waktu telah menghampiri pikiran.

Beberapa lama kemudian akhirnya sayapun tersadar dan segera bersiap-siap. Setelah semua persiapan selesai dan tiba waktunya untuk berangkat, mulai timbul masalah. Si kecil tiba-tiba terbangun dan merengek seakan tidak mau ditinggalkan. Jadilah saya membujuknya dengan mengajaknya berjalan mengitari perumahan.

Tapi entah mengapa tiba-tiba saja sepatu yang biasa dipakai jadi lenyap, si kecil juga tidak segera beranjak sehingga saya harus mengajaknya dengan sedikit mengomel, masih mencari dimana letak keberadaan sepatu, jaket  dan banyak hal remeh lainnya yang bisa berpotensi mengakibatkan keterlamabatan absen pagi.

Akhirnya acara menenangkan si kecil telah selesai dan berangkatlah saya dan suami ke tempat kerja. Semuanya berlalu biasa-biasa saja sampai dengan kurang lebih tiga perempat perjalanan. Sambil bercerita dengan suami tiba-tiba saja mata ini melihat ke arah spion motor. Astaghfirullah, ternyata sedari tadi saya tidak memakai helm. Seketika rasa bersalah, malu dan segudang rasa penyesalan menyeruak dalam hati. Namun apa daya.  Menurut pepatah rasa sesal selalu ada di belakang. Jika rasa sesal ada di depan, kita pasti tidak akan melakukan kesalahan.

Tanpa memikirkan rasa penyesalan dan malu yang amat sangat akhirnya saya memutuskan meminta suami untuk berhenti di suatu tempat dan meminta tolong teman untuk menjemput demi menghindari hukuman dari pak polisi. Ketika berhenti di tempat itulah sembari menunggu teman saya merenung apa yang telah terjadi.

Sekilas saya mengalami kejadian yang sederhana. Hanya lupa mengenakan helm. Namun apa yang menjadi penyebabnya dan dampak apa yang ditimbulkan sungguh telah menyadarkan saya. Kejadian lupa memakai helm timbul dari masalah sebelumnya bahwa pada hari itu saya telah mencoba bermain dengan waktu. Meremehkan waktu yang terus berjalan, terlalu asyik dengan game online menyebabkan saya lupa segala-galanya.

Lupa dengan persiapan yang harus saya lakukan untuk menuju ke tempat tugas, lupa bahwa ada seorang anak kecil yang membutuhkan sedikit perhatian  sebelum orangtuanya mencari nafkah.  Lalu akibat dan konsekuensi apa yang harus saya hadapi? Saya telah merepotkan dan mengorbankan waktu seorang teman demi menjemput saya. Saya telah membuat suami merasa khawatir dan merasa bersalah yang harus meninggalkan istrinya di suatu tempat dikarenakan ia sendiripun harus menaati peraturan jam kerja.

Rasa bersalah juga menghampiri ketika teringat bahwa pada hari itu saya telah menghadiahkan omelan kepada putri kecil saya yang tidak bersalah, sayapun terlambat memulai aktivitas di tempat kerja, harus mengikhlaskan kehilangan tambahan penghasilan serta harus rela dianggap sebagai seseorang yang tidak disiplin dengan waktu.

Apalagi jika pada saat itu saya ditakdirkan bertemu dengan pak polisi, maka berhadapan dengan aparat hukum sudah pasti akan saya hadapi untk mrmpertanggungjawabkan perbuatan saya yang melanggar peraturan lalu lintas. Belum lagi jika terburu-buru dan tidak berhati-hati akan menyebabkan malapetaka di jalan.

Sekilas teringat kembali tiga ayat surat Al Ashr. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”


Kejadian lupa membawa helm adalah bukti nyata. Saya telah mempermainkan waktu dan sungguh saya telah berada dalam kerugian yang besar. Demi masa. Rasanya saya sudah tidak ingin mencoba bermain dengan waktu lagi.
Yuk Lanjut



Memaknai Arti Pernikahan, Hidup Baru Yang Sesungguhnya

“Selamat menempuh hidup baru ya…Semoga selalu berbahagia….” Itulah kalimat yang selalu kuucapkan sebagai ungkapan rasa bahagia dan doaku  terhadap teman, sahabat ataupun keluarga yang baru saja melangsungkan niat baiknya yaitu menikah. Tetapi apakah sesungguhnya makna menempuh hidup baru itu? Apakah hidup baru yang akan dihadapi akan selalu berjalan sesuai dengan keinginan?

Semua pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan pasti akan berharap bahwa mahligai pernikahannya akan berjalan bahagia hingga akhir hayat. Sampai dengan maut memisahkan. Bahkan sejak sebelum menikahpun ketika masih dalam masa mengenal calon pasangan pasti sudah tergambar dalam benaknya indahnya hidup berumah tangga dengan pasangan pilihan hatinya.

Namun seiring berjalannya waktu mulai bermunculan kerikil-kerikil kecil yang membuat resah, timbul beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan. Menimbulkan kesedihan bahkan jika tidak mempunyai kekuatan iman untuk menghadapi badai yang datang tidak jarang keputusasaan menghampiri dan terkadang mampu untuk menggoyahkan keimanan.

Gambaran sederhana tentang pernikahan adalah mempersatukan dua orang pribadi yang sangat berbeda serta  tidak mempunyai kecocokan. Bukan hanya mempersatukan isi kepala tentang bagaimana menghadapi hidup ini namun juga menyatukan dua keluarga. Hal tersebut sangatlah tidak mudah. Itulah makna hidup baru yang sesungguhnya.

Pada awal-awal pernikahan mungkin segala sesuatu masih tampak indah dan segala masalah masih bisa dihadapi bersama. Karena rasa cinta pada pasangan yang masih membara. Setelah berjalan sekian tahun barulah kerikil-kerikil kecil menghampiri. Mulai dengan terlihatnya sifat asli pasangan yang sesungguhnya, ada pula yang resah karena tidak bisa menerima kekurangan pasangannya, konflik dengan mertua ataupun keluarga pasangan, belum terlihat tanda-tanda dikaruniai buah hati, perbedaan yang sangat besar diantara pasangan, jika pasangan diberi ujian penyakit yang menguji kesabaran dan lain-lain.

Semua rintangan-rintangan itu jika tidak disikapi dengan hati-hati pasti akan membawa ke jurang perpisahan. Apalagi jika rasa cinta dan sayang sudah mulai memudar dari hati.
Ada beberapa pasangan yang mampu melalui rintangan yang sangat besar sekalipun. Yang itu semua pasti disebabkan karena rasa cinta dan sayang yang teramat besar pada pasangan. Ditambah dengan niat baik jika mengarungi bahtera pernikahan semata-mata hanya karena Allah Swt.

Namun ada pula yang menyerah dan tidak sanggup untuk mempertahankannya. Disebabkan karena kurangnya ilmu dan begitu mudahnya rasa cinta dan sayang pada pasangan terkikis dari hatinya. Ditambah lagi dengan ego masing-masing yang saling berhadapan.berusaha menunjukkan siapa yang paling benar.

Sekilas teringat seuntai pesan dari seorang teman baik. Ia berkata ” urip rumahtangga kuwi kudu golek selamet. Mesti aman. Yen kowe golek salah po bener mesti bubrah” (Hidup berumah tangga itu harus mencari selamat. Pasti baik-baik saja. Tetapi kalau mencari siapa yang salah dan siapa yang benar pasti berantakan).

Setelah berkali-kali kurenungkan akhirnya harus aku akui kalau kalimat sederhananya itu benar. Hal itu sudah pernah kulakukan dengan lebih mengalah pada pasangan demi tercapainya tujuan bersama, selalu membicarakan setiap hal dari hati ke hati berbekal kejujuran dengan pasangan, berusaha mencari jalan keluar untuk setiap permasalahan yang dihadapi, saling menghormati pasangan dan tak lupa selalu saling meminta maaf jika melakukan kesalahan. Meskipun sangat berat namun terlihat hasilnya jika yang kulakukan tadi mampu  meminimalisir kerasnya hati.  Semoga Allah senantiasa melindungi keluarga kecil kami.

Jadi untuk siapapun yang sudah melaksanakan niat baiknya untuk menikah ”SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU YA......”


Yuk Lanjut

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...