Sabtu, 11 Agustus 2018

Fokuslah demi Sebuah Produktivitas dan Keberhasilan



Tiga tahun lalu saya  mencoba untuk memperluas pergaulan dengan bergabung dalam satu komunitas. Waktu itu pilihan jatuh pada  komunitas menulis, yang beranggotakan para perempuan dari berbagai latar belakang. Mengingat saya juga menggemari bahkan ingin fokus dengan kegiatan ini.

Berbagai keseruan saya dapatkan. Termasuk mengenal beberapa anggotanya dengan lebih dekat untuk berbagi pengalaman dan ilmu. Termasuk dari salah satu sahabat dekat yang satu ini.

Masih berusia muda, berparas cantik,  dan dari obrolan di grup komunitas terlihat ia sangat aktif menulis. Bahkan sering sekali memenangkan lomba menulis. Buku hasil karya pertamanya  sudah terbit dan akan segera menyusul buku kedua.  Karena penasaran dengan kesuksesannya, alhasil saya pun mencoba menjalin komunikasi lebih dekat dengannya.

Keramahannya membuat saya betah berlama-lama berbincang dengannya. Singkat cerita akhirnya saya mengetahui bahwa ia dulu adalah seorang karyawati di sebuah instansi perbankan.

Namun karena hati kecil terpanggil untuk lebih mementingkan keluarga, akhirnya ia mengambil keputusan untuk mengakhiri karir di bank tersebut,  dan memulai babak baru sebagai ibu rumah tangga, mengurus suami dan buah hatinya.

Dan ternyata meskipun menjadi ibu rumah tangga, tak membuatnya berdiam diri. Ia terus fokus dan  aktif berkarya melalui bidang yang sangat ia sukai yaitu menulis. Kegiatan menulis ini yang akhirnya  membuatnya menjadi ibu rumah tangga yang cukup produktif, dan otomatis mampu memberinya penghasilan, meskipun mungkin belum setara dengan penghasilannya, ketika dulu berprofesi sebagai karyawati.

Harus ia akui bahwa sekarang kegiatan menulis inilah, yang membuatnya cukup nyaman dengan kondisi saat ini, sambil terus menemani buah hatinya di rumah. Dan dari sinilah saya bisa mengambil pelajaran bahwa kapan saja dimana saja, bahkan sebagai ibu rumah tangga pun,  kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat dan menghasilkan. Asalkan fokus dan berusaha keras mewujudkannya. Tanpa alasan!

Inilah yang membuat saya semakin percaya bahwa ketika kita memutuskan sesuatu, pasti ada resiko sekaligus kebaikan,  sebagai pengganti atas apa yang telah hilang karena keputusan tersebut.

Bahkan bagi seorang karyawati ketika ia memutuskan berperan sebagai  ibu rumah tangga, ada kebahagiaan tersendiri di luar materi yang bisa ia dapatkan. Yaitu bisa menjalani hari-harinya,  fokus melayani suami dan merawat buah hati. Suatu kebahagiaan yang tak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunia ini.

#Makmoodmenulis2
#tantanganmenulismakmood






4 komentar:

  1. Bukan hal mudah loh Mbak bagi seorang Ibu Bekerja untuk memutuskan resign dan fokus menjadi Ibu rumah tangga. Menulis juga bisa menjadi self healing bagi Ibu rumah tangga. Apalagi Kalo dari menulis terus bisa menambah penghasilan, waaahhh... pasti makin fokus menulisnya. 😉😉

    BalasHapus
  2. iya mbak...perlu berpikir dan mencari petunjuk berulang-ulang agar keputusan yang diambil tidak menjadi penyesalan..terimakasih sudah berkunjung😊

    BalasHapus
  3. Dimanapun bisa kok berkarya,bahkan dalam satu kamarpun...

    BalasHapus

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...