Minggu, 21 April 2019

Bangun Pagi, Hal Sepele Segudang Manfaat

 



Di suatu malam, saya berbincang seru dengan saudara sepupu. Saking asyiknya perbincangan itupun sudah mendekati jam sembilan malam. Tiba-tiba si saudara ini berkata "Besok dilanjut lagi ya. Ini sudah masuk jam tidurku. Karena biasanya aku bangun jam tiga pagi,  dan ini sudah jadi kebiasaanku."

Whaaatttsss??? Ya ampyuuunnn. War biasaaahh. Di saat orang lain di jam-jam tersebut, (termasuk saya..ups πŸ˜‚),   masih seru-serunya nonton TV atau asyik dengan gadget, si sepupu ini malah sudah harus tidur, karena  terbiasa bangun jam tiga pagi. Ingat ya gaes, sudah jadi kebiasaan.

Hmmm, terpukau juga sih. Bagaimana ia bisa mengelola waktunya dengan baik. Bagaimana satu hal kecil nan sepele seperti bangun pagi,  sudah menjadi kebiasaanya sejak dulu,  dan masih ia lakukan dengan istiqomah hingga detik ini.

Jujur saja, bangun pagi adalah hal sepele yang sangat luar biasa susah menjalaninya. Bahkan saya sendiri dalam hati sangat ingin konsisten dalam hal ini. Terlebih agama juga mengajarkan untuk rutin bangun pagi, dan sholat tahajud di sepertiga malam. Namun rasanya super duper susah banget. Rasanya mata, kaki dan tangan ini dielus-elus manjah. Supaya apa? Supaya ketiduran lagi deeeehh.πŸ˜‚

Namun, ini bukan berarti saya selalu bangun siang lho. Enggak banget. Catet!!  Saya selalu bangun pagi. Hanya saja ada keinginan yang begitu kuat, untuk bisa bangun lebih pagi dari biasanya,  dan melakukan sholat tahajud terlebih dulu. Terlebih hasrat yang kuat,  untuk bisa mengatur waktu dengan baik semaksimal mungkin.

En ajaib  banget. Ketika  bisa bangun lebih pagi  dari biasanya,  seketika saja saya merasakan beberapa hal  positif. Just like this.



Ingat untuk bersyukur.

Ketika bangun terlambat, kita pasti langsung tergesa-gesa lompat dari tempat tidur. Lupa untuk duduk sejenak,  ambil nafas,  dan bersyukur,  bahwa pada hari ini masih diberi kesempatan hidup satu hari lagi. Masih untung enggak sampai tersungkur jatuh dari tempat tidur ya,  gaes. Hehehe. Maka ketika bangun lebih pagi, alhamdulillah saya dapat merenung sejenak, bersyukur pada Sang Pencipta. Bahwa betapa saya masih diberikan kesehatan,  dan diizinkan melakukan aktivitas yang diinginkan.



Merasakan kedekatan dengan Sang Mahakuasa.

Bagi umat muslim, bisa melakukan sholat tahajud di sepertiga malam,  dan sholat subuh tepat waktu,  merupakan kenikmatan tersendiri. Di saat mayoritas  orang lain terlelap, kita serasa berdua bersama Allah, bercakap, dan menumpahkan isi hati dengan sangat dekat. Terkadang tak terasa air mata tiba-tiba menetes, mengingat betapa kita sering kali melupakan Nya,  karena lebih terlena kenikmatan duniawi. Dan ketika saat dimana kita sangat dekat dengan Sang Mahakuasa, maka nikmat mana lagi yang akan kau dustakan?πŸ˜‡

 



Nikmat sehat tiada tara.

Bukan rahasia lagi, kalau udara pagi belum terkena polusi, sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Menghirup udara pagi yang bersih dan segar, jelas akan membuat tubuh lebih sehat. Terlebih jika ditambah dengan olahraga ringan,  seperti jalan-jalan di sekitar komplek perumahan. Alhasil tubuh lebih bugar, dapat beraktivitas dengan semangat,  dan terhindar dari serangan penyakit.

 



Produktivitas meningkat tajam.

Bangun pagi membuat kita memulai aktivitas lebih awal dari biasanya. Sebagai contoh jika biasanya sampai di kantor jam 7.15,  dan hanya sempat cek email, setelah datang jam 6.45 maka bisa melakukan aktivitas lain,  seperti menyusun jadwal,  atau update berita terkini. Memulai kegiatan lebih awal,  akan membuat semua pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik,  tanpa ada penundaan. Percayalah teman, menunda-nunda pekerjaan akan membuat keseharian kalian lebih kusut dibanding gulungan benangπŸ˜‚.

 



 

Mengalir energi positif.

Percaya atau tidak. Setelah bangun lebih pagi, dalam tubuh mengalir energi positif. Lebih bersemangat menjalani aktivitas. Tak ada rasa malas. Selalu ingin melakukan apapun yang bermanfaat. Again en again en again. Seperti berbisnis, menulis, melakukan hobi,  bahkan hanya membersihkan rumah. Termasuk menghadapi segala kejadian dengan positif thinking. Selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah yang terbaik. It's amazing. Betul?

Well, tanpa kita sadari bangun pagi adalah salah satu hal sepele dalam keseharian. Believe it or not, kadang kala sulit sekali melakukannya. Namun jika kita istiqomah dan menjadikannya kebiasaan, bukan tak mungkin akan membawa dampak besar dan positif bagi kehidupan.

So, yuk bangun pagi!
Yuk Lanjut

Selasa, 16 April 2019

Sadar Politik Demi Kemajuan Bangsa, Why Not?


 
Pemilihan Umum telah Memanggil Kita

Sluruh Rakyat Menyambut Gembira

Hak Demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia Merdeka




Bagi teman-teman yang terlahir di tahun 70- an πŸ˜‚ pasti familiar banget dengan lagu ini. Lagu tentang pemilihan umum,  yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia,  untuk memilih wakil rakyat di parlemen,  sebagai perpanjangan suara rakyat.



Nah, tanpa terasa hari ini kita bertemu kembali dengan pemilihan umum. Mau tidak mau, kita akan kembali berpolitik.  Tepat di tanggal 17 april 2019, semua masyarakat Indonesia,  akan memilih wakil rakyat sekaligus pemimpin Indonesia,  alias presiden dan wakilnya untuk lima tahun mendatang.



Berbicara tentang pemilu mungkin  saat ini saya terlambat menuliskannya. Tapi ya sudahlah. Meskipun terlambat, semoga tulisan  ini bermanfaat bagi yang membacanya. Lagipula ini hanya bahasan sederhana tentang pemilu dan politik. Saya enggak berani menulis yang terlalu spesifik,  gaes. Sebab politik bukanlah keahlian saya😁




Sebenarnya pelajaran apa sih,  yang tersirat dari pesta demokrasi lima tahunan ini? Mengapa kita harus andil didalamnya,  meskipun hanya sekedar memberikan suara?






Bentuk tanggung jawab.


Sebagai orang yang tinggal di satu negara, tentunya kita memiliki tanggung jawab,  untuk membangun dan memelihara kelangsungan kehidupan bernegara. Pemilihan umum adalah salah satu cara untuk melakukan hal tersebut. Memilih wakil rakyat dan pemimpin yang sesuai hati nurani, agar mereka dapat membuat kebijakan,  dan langkah strategis demi membangun negara menjadi lebih baik. Percayalah bahwa satu suara dari masing-masing rakyat,  akan berpengaruh bagi berjalannya roda pemerintahan suatu negara.








Aktualisasi diri.


Pemilihan umum adalah tempat bagi seseorang,  untuk maju sebagai kandidat wakil rakyat. Setiap warga negara berhak atas hal ini. Ia berhak dipilih sebagai wakil rakyat. Duduk sebagai parlemen dan menyuarakan aspirasi rakyat. Inilah bentuk aktualisasi diri dalam pemilu tersebut.  Tentunya dalam hal ini, ia harus memiliki kemampuan yang mumpuni, serta niat tulus memajukan bangsa. Tak hanya sekedar omong kosong dan obral janji, namun faktanya tak sesuai kenyataan. Terlebih jika harus memaksakan kehendak. No way!!!








Belajar menjaga kepercayaan dan amanah.


Nah,  ini adalah salah satu ujian yang cukup berat, bagi calon wakil rakyat,  gaes. Jika sudah berani mencalonkan diri,  sebagai wakil rakyat atau pemimpin, maka wajib hukumnya menjaga amanah,  dan kepercayaan rakyat sekuat tenaga. Harus tahan godaan duniawi,  yang bisa menjerumuskan ke dalam maksiat. Ingatlah,  bahwa rakyat telah memilih seseorang sebagai anggota parlemen, karena mereka percaya bahwa aspirasinya bisa tersampaikan lewat wakilnya tersebut. Sekali saja tergiur oleh godaan duniawi, maka seumur hidup nama baik akan tercoreng.  So, berhati-hatilah menjaga amanah dan kepercayaan.



Lalu, apa yang wajib kita persiapkan ketika ikut serta dalam pemilihan umum? Bagaimana caranya agar kita enjoy dan nyaman menjalaninya?







Kenali dan Pahami.


Wajib bagi kita, untuk mengenali dan memahami wakil rakyat yang mempromosikan dirinya tersebut. Pelajari rekam jejaknya serta kemampuannya. Pelajari pula partai yang menjadi kendaraannya, gaes. Kemajuan teknologi sejatinya telah banyak membantu kita,  untuk mendapatkan semua informasi tersebut dengan mudah.





Bijak dalam bersikap.


Penting pula bagi kita untuk bijak dalam bersikap menghadapi pemilu ini. Entah dalam bersosialisasi di masyarakat, juga bermedia sosial. Setiap orang memiliki pilihan masing-masing sesuai hati nuraninya. Hargai setiap perbedaan. Tak mungkin semua orang memiliki pendapat yang sama.  Jangan mudah terprovokasi sehingga terbawa dalam perselisihan tiada henti. Bukankah pelangi terlihat indah karena perbedaan warnanya?😊







Persiapan diri.


Maksudnya? Ya persiapkan diri sebaik mungkin mengikuti pemilihan ini. Bangun pagi, siapkan perlengkapan yang harus dibawa,  dan persiapan lainnya. Lho apa hubungannya? Ya adalah,  bro and sis. Waktu untuk melakukan pemilihan sudah ditentukan.  Jangan sampai akibat terlalu lengah, kita terlambat datang ke tempat pencoblosan, lantas kehilangan hak memilih. Enggak banget kan?πŸ˜‚ Apalagi ditahun ini kita harus mencoblos lima surat suara loh. Otomatis waktu yang dibutuhkan di balik bilik suara,  untuk masing masing orang tidaklah singkat. Terlebih jika kita belum siap menjatuhkan pilihan. Alhasil pusing-pusing lebih dulu di dalam bilik suara. Hehehe.πŸ˜‚






Terima hasilnya.


Setelah itu terimalah apapun yang menjadi hasilnya. Siaplah menerima kenyataan. Terlebih jika pilihan kita bukan termasuk yang mayoritas atau sebagai pemenang. Bersikaplah sewajarnya. Apapun hasilnya esok hari kita akan berkutat lagi dengan aktivitas masing-masing. Tetap  berpikir positif dan berbaur kembali dengan masyarakat lain, melakukan apa yang menjadi rutinitas dengan sebaik-baiknya. Sebab hal ini juga merupakan bagian dari kontribusi kita kepada bangsa dan negara.



Sadar berpolitik bisa dilakukan dengan cara sederhana. Minimal gunakan hak pilih dengan baik. Jika hal kecil tersebut, mampu membawa bangsa kepada kehidupan yang lebih baik, why not?


Yuk Lanjut

Selasa, 09 April 2019

Empat Cara Bertanggung Jawab dalam Hidup, Can You Do It?



 
Menjalani aktivitas pasca resign sungguh tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Maklumlah, dulu semasa lulus kuliah sebuah idealisme selalu terpatri dalam hati saya. Bahwa saya harus bekerja, menjadi wanita karir hingga masa pensiun nanti. Demi membahagiakan orang-orang sekitar.


Namun siapa sangka seiring berjalannya waktu, bertemu jodoh, menikah, dan memiliki keturunan, akhirnya sanggup mengubah idealisme tersebut. Bahwa pada akhirnya saya harus memilih. Dan inilah saya saat ini. Berubah haluan menjadi ibu rumah tangga,  dan berusaha fokus mengurus keluarga.


Ada beberapa pendapat mengiringi keputusan saya ini. Salah satunya bahwa,  wajar saja jika saya berani memutuskan resign, ketika melihat dari sudut pandang aktivitas pekerjaan suami. Dan ujung-ujungnya berkata,  bahwa sebenarnya mereka juga ingin mengikuti jejak saya. Hanya saja dengan berbagai pertimbangan,  harus bertahan di zona nyaman mereka,  demi keberlangsungan kehidupan keluarga.


It's okay. Tak ada yang salah dengan keputusan kalian. Tak ada salahnya juga dengan keputusan saya. Sebab pada dasarnya apa yang terjadi dalam hidup,  merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing.


Tanggung jawab. Satu kata yang sering kita dengar, namun seringkali susah diimplementasikan dalam hidup. Terkadang kita mudah sekali berbicara dan menasehati, tetapi tak sanggup menjalani,  ketika berada di posisi yang tidak diharapkan.


Lalu bagaimana sih caranya agar kita selalu bertanggung jawab terhadap kehidupan yang dijalani? Apa yang harus dilakukan,  sehingga kita bisa menampilkan pribadi terbaik, dan bertanggung jawab di hadapan Sang Pencipta?







Bersyukur


Setiap kerumitan yang terjadi dalam diri, terkadang akibat kurang mensyukuri nikmat dari Sang Mahakuasa. Mengeluh jika apa yang diharapkan tidak tercapai. Selalu merasa kurang, dan  ingin lebih dibandingkan orang lain. Alangkah baiknya jika kita selalu bersyukur dengan apa yang terjadi dalam hidup. Meskipun tak sesuai dengan keinginan. Tentunya disertai dengan doa dan harapan semoga esok mendapatkan yang lebih baik.







Peka terhadap lingkungan.


Peka terhadap lingkungan juga merupakan salah satu cara  bertanggungjawab dalam hidup. Lebih peduli dan empati termasuk dalam hal kecil sekalipun. Jika sudah terbiasa melatih kepekaan dalam hal kecil, maka dengan sendirinya,  kita akan langsung tanggap untuk peduli terhadap permasalahan yang lebih besar. Alhasil kita akan menjadi manusia yang lebih bermanfaat.







Konsisten.


Jika sudah mengambil keputusan, berusahalah untuk konsisten menjalaninya. Apapun resikonya. Meskipun keputusan itu adalah hasil dari mendengarkan, atau menuruti nasehat orang lain. Tetap saja semua keputusan merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing. Terimalah hasilnya.  Baik atau buruk, sesuai ataupun tak sesuai harapan. Berdoalah  agar esok hari  lebih baik daripada hari ini.







Jangan Menghakimi.


Hindari pula menghakimi orang lain atas keputusan yang telah diambilnya. Ingatlah kembali bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas keputusannya masing-masing. Belajarlah dari pengalaman orang lain. Jadikan penyemangat dan pembelajaran agar kualitas diri semakin meningkat setiap hari.





Sang Pencipta telah menciptakan manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Diberikan permasalahan sekaligus penyelesaiannya. Tugas manusia adalah menerima dan jalani kehidupan sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas diri agar semakin bertanggung jawab,  dan menjadi pribadi terbaik di hadapan Sang Mahakuasa.

Yuk Lanjut

Kamis, 04 April 2019

Lima Fase Keistimewaan Seorang Ibu, Syukurilah








Menjadi seorang ibu adalah anugerah terbesar yang saya syukuri hingga detik ini. Menikah di tahun 2009, menikmati kehidupan rumah tangga bersama pasangan, yang sempat terpisah oleh jarak selama dua tahun lamanya, tentu membuat hati sangat mendambakan kehadiran seorang anak.




Ditambah dengan gunjingan beberapa orang, yang seenaknya menghakimi. Tanpa sadar bahwa hadir tidaknya  seorang keturunan, adalah merupakan hak prerogatif Sang Mahakuasa. Ya, begitulah. Pada awalnya terasa sangat berat, namun perlahan hati ini mulai mampu menerimanya.




Hingga pada saat tak terduga, Sang Pencipta mengabulkan apa yang menjadi harapan.  Di akhir bulan Maret 2013, saya ditakdirkan memulai kehidupan sebagai seorang ibu.












Fase Mengandung


Sangat terkejut ketika dokter menyatakan hamil,  di saat sedang bertugas keluar kota sempat membuat saya ekstra hati-hati menjaga kehamilan ini. Terlebih saya mendapatkan anugerah ini setelah menunggu empat tahun lamanya. Menjaga pola makan yang sedikit rumit,  akibat tidak suka makan sayur serta susah menelan obat. Sungguh memalukan. Hiks. But, alhamdulillah fase mengandung ini bisa saya lalui dengan baik. Bahkan beberapa teman sangat senang melihat fase mengandung yang saya jalani, karena seolah terlihat tanpa beban.















Fase Melahirkan

Alhamdulillah tepat di minggu awal bulan Desember 2013, saya mengalami fase melahirkan. Ilmu yang masih terbatas tentang persalinan, membuat saya panik ketika tiba-tiba air ketuban pecah tanpa komando. Segera meluncur ke rumah sakit,  dan setelah beberapa saat dokter menyatakan, bahwa saya harus operasi dikarenakan faktor usia. Merasakan sakit luar biasa pada saat kontraksi. Sekilas saya merasakan betapa perjuangan ibu,  untuk melahirkan saya ke dunia. Namun ajaibnya rasa sakit itu langsung menghilang,  ketika mendengar suara tangis bayi dan melihat wajah mungilnya.















Fase Menyusui

Pada awal masa kehamilan, saya telah bertekad kuat untuk bisa menyusui. Meskipun banyak yang meragukannya dikarenakan saya bukan penggemar sayuran. Saya pun berusaha mencari semua ilmu tentang ibu menyusui, mendengarkan sharing dari teman dan keluarga,  serta mengonsumsi makanan sehat juga nutrisi peselancar Asi. Meskipun terkadang lelah dan stress,  alhamdulillah pada akhirnya saya bisa menyusui hingga satu setengah tahun lamanya.









Fase Menyapih.

Beberapa dari ibu menyusui, terkadang memiliki kendala tersendiri ketika telah memasuki fase menyapih. Tak jarang harus bersitegang dengan si anak,  yang belum juga mau lepas dari aktivitas menyusuinya. Seperti kisah teman yang satu ini. klik di sini ya

Namun beda halnya dengan saya. Fase menyapih yang saya alami,  terjadi tanpa perlawanan yang berarti. Sepulang dari kegiatan workshop perusahaan selama dua minggu, membuat putri kecil saya tiba-tiba saja tidak mau diberikan Asi. Seolah lupa dengan kebiasaannya selama ini. Pada awalnya sempat kecewa, dikarenakan masa menyusui saya alami hanya satu setengah tahun lamanya. Namun pada akhirnya saya tetap bersyukur, bahwa masih berkesempatan memberikan Asi ekslusif.
















Fase Merawat dan Mendidik.

Seorang ibu adalah madrasah bagi putra putrinya. Ibu adalah tempat pertama kali seorang anak mengenal Sang Mahakuasa. Ibu adalah tempat pertama bagi anak, untuk mengenal semua kebaikan dan keburukan. Ibu adalah tempat berlindung dari rasa sakit, mencurahkan isi hati, keluh kesah, juga rasa sedih dan bahagianya. Sehingga seorang ibu dituntut untuk selalu menambah ilmu sesuai dengan perkembangan zaman. Agar setiap anak bisa mengalami tumbuh kembang yang baik, berakhlak,  dan bermanfaat bagi lingkungan.








Lima fase keistimewaan seorang ibu. Terkadang kita tidak menyadarinya. Terkadang kita mengeluhkannya. Satu pengingat juga bagi saya. Lima fase inilah yang menjadikan seorang ibu dicintai oleh Pemilik hidup ini. Jadi syukurilah.😊😊😊




Yuk Lanjut

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...