Kamis, 29 Oktober 2020

Ingin Belajar Sistem Daring? Sembilan Hal Ini Wajib menjadi Perhatian


                                    Sumber gambar : Channel Telegram Motivation dan Inspiration


Sejak beralih peran sebagai ibu rumah tangga, praktis kehidupan keseharian saya menjadi banyak berubah. Setelah sebelumnya lebih banyak disibukkan dengan tugas sebagai karyawan,  bekerja di kantor selama kurang lebih delapan jam, kini saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengurus rumah tangga full time dengan segala keriuhannya,  terlebih pada saat memperhatikan kebutuhan suami dan anak.

 

Alhasil  saya pun harus belajar banyak,  dan cepat beradaptasi dengan kondisi  baru ini. Memang bukan hal mudah, namun saya yakin seiring berjalannya waktu, semuanya akan berjalan dengan baik.

 

Perubahan aktivitas ini pada akhirnya membuat saya  berpikir. Bahwa meskipun sebagai ibu rumah tangga biasa, bukan berarti saya harus berdiam diri, dan tak ada rencana untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dalam arti berhenti belajar tentang segala hal yang ingin saya ketahui. Belajar sejatinya harus dilakukan terus menerus selama kemampuan masih ada. Meskipun mungkin hasilnya belum bisa dinikmati sekarang, tapi setidaknya saya bisa berbagi pengalaman.

 

Jadi, saya pun mulai mengisi aktivitas dengan daftar tambahan,  yaitu belajar di rumah. Menggunakan sistem daring. Termasuk ketika beberapa waktu kemarin saya menambah ilmu menulis blog bersama Ruang Aksara. Alokasi waktu yang lebih banyak di rumah, ditambah dengan masa pandemi yang mengandalkan dunia online sebagai sarana berkegiatan, nyatanya belajar pun menjadi lebih mudah.

 

Namun semakin lama saya rasakan, bahwa belajar secara daring ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian,  kala memutuskan untuk belajar dengan sistem daring tersebut.



                                                      Sumber gambar : pixabay

 

 

Tetapkan Niat dan Tujuan.

 

Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah,  tentang niat dan tujuan belajar. Dari niat dan tujuan ini seseorang akan lebih mudah memilih,  dan menetapkan ilmu yang hendak dipelajari, sehingga lebih bersemangat dalam belajar,  dikarenakan telah memiliki pandangan manfaat dari ilmu tersebut.

 

Tersedianya Waktu.

 

Meskipun lebih banyak di rumah, ternyata tak jarang seorang ibu rumah tangga seolah kebingungan mengatur waktunya. Termasuk saya. Akhirnya sering mengeluh kekurangan waktu dengan dalih padatnya aktivitas. Padahal alokasi waktu setiap orang adalah sama yaitu 24 jam. Sehingga sangat mustahil jika beralasan kekurangan waktu. Disinilah letak pentingnya disiplin mengatur waktu,  agar semua aktivitas berjalan lancar, termasuk ketika berencana menambah ilmu.

 

Berbayar? Tak Masalah!

 

Belajar dengan sistem daring dan  berbayar, sejatinya membawa keberkahan tersendiri, baik untuk pihak  si pengajar, ataupun pihak yang belajar. Sebab ilmu adalah  titipan dari Sang Mahakuasa kepada seseorang,  untuk bisa ditularkan.  Dengan harapan demi menebar manfaat kepada orang lain. Bagi pihak yang belajar, dengan membayar harga ilmu tersebut, maka ia akan lebih bersemangat. Bisa jadi akan merasa sayang, ketika  ilmu yang didapat tak bisa di aplikasikan dalam kehidupan.

 

Hindari menjadi Silent Rider.

 

Terkadang ada beberapa orang yang tak banyak bersuara,  ketika belajar secara daring ini. Hanya menyimak ilmunya saja. Tak pernah bertanya atau merespon hal-hal yang menjadi bahan diskusi.  Bahkan mungkin tidak menyimak sama sekali. Bisa jadi karena memang mempunyai sifat pemalu, banyak kesibukan,  atau jadwal belajar yang berbenturan dengan jadwal aktivitas lainnya. Sering ketinggalan materi.  Patah arang pun tak terhindari.

 

Tidak Meremehkan.

 

Banyak pembelajaran daring,  yang menggunakan sistem memberikan materi berupa video atau teks,  yang bisa dipelajari kapan saja dan dimana saja, sesuai janji yang pernah  diberikan saat mendaftar untuk belajar. Inilah yang membuat seseorang seringkali meremehkan hal tersebut. Saya pun pernah mengalaminya.  Saya pernah mendaftar satu pelajaran.  Dengan berbagai alasan, saya tak menganggap serius pelajaran ini. Saya hanya berpikir "Ah, besok bisa dipelajari jika sudah tak sibuk lagi. Materinya pasti tak akan dihapus oleh mentor, karena janji kemudahan mengakses materi kapan saja. Namun alangkah terkejutnya saya,  ketika suatu saat berniat untuk  belajar, ternyata materi tersebut sudah dihapus oleh pemateri. Karena pemateri berharap ketika seseorang memutuskan belajar, seharusnya ia serius, dengan berusaha keras mengikuti semua pembelajaran. Itulah yang dinamakan belajar yang sesungguhnya. Biaya yang saya keluarkan pun menjadi sia-sia akibat meremehkan hal ini.




                                          Sumber gambar : pixabay


Catatan Itu Penting dan Wajib Hukumnya.

 

Selayaknya belajar di sekolah, mencari ilmu lewat daring pun wajib memiliki catatan khusus tentang ringkasan materi. Mengapa? Karena daya tangkap dan ingat seseorang tentunya memiliki keterbatasan. Catatan ini sangat membantu, jikalau ingin mempelajari kembali ilmu di waktu yang akan datang. Tak hanya itu. Catatan ini juga akan bermanfaat, jika ingin berbagi ilmu dengan orang lain.

 

Jalin Komunikasi Perbanyak Relasi.

 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa,  silaturahmi adalah salah satu jalan membuka pintu rejeki. Oleh karena itu,  sebaiknya menuntut ilmu disertai dengan bertegur sapa dengan teman baru. Jalani komunikasi dengan santun dan menyenangkan. Jika suatu saat ada teman baru yang menawarkan kerjasama, bukankah hal itu menjadi awal pembuka pintu rejeki?

 

Berlatih adalah Wujud Belajar.

 

Beberapa pembelajaran secara daring tak melulu hanya memberikan materi. Tetapi ada juga yang menambahkan tugas,  sebagai bahan untuk berlatih. Dan jika memang menginginkan keberhasilan dalam menerapkan ilmu, maka berlatih menjadi hal yang wajib tentunya. Lalu diskusikan bersama dengan mentor dan teman lainnya. Tak perlu baper ya,  jika ada yang memberi masukan atau kritik. Sebab kritik sejatinya adalah bentuk kepedulian dari teman,  demi perkembangan  diri.

 

Belajar adalah salah satu hal yang tak terbatas ruang dan waktu. Asalkan selalu ada niat di dalam hati, maka belajar kapan pun dan di manapun akan menjadi mudah dijalani. Semangat belajar teman-teman!

 


32 komentar:

  1. Mbak Nining, membaca ini saya hanya bisa membayangkan 😄 saya belum sekalipun ikut kelas zoom, webinar. Hanya nonton YouTube dan ikut kelas via grup WA. Yah gimana ya.. laptop saya sedang gak bisa dipakai internet. Kadang penasaran sih, ikut zoom pakai hp, tapi bikin panas katanya 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi tak mengapa mbak....yang penting selama masih ada niat belajar, apapun kendala akan bisa teratasi😊🤗

      Hapus
  2. Sebenarnya pandemi ini berkah banget bagi yang ingin mencari ilmu, tapi memang sikap kerja/belajar kita mempengaruhi efektifitas daring. Bagaimana kita mampu menyerap sebanyak-banyaknya pelajaran. Makasih untuk sharingnya mba nisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak..sejatinya niat untuk mengisi masa pandemi dengan hal bermanfaat, Insya Allah akan membawa keberkahan...apapun aktivitasnya🥰

      Hapus
  3. Semangat mencari peluang untuk mendapatkan ilmu, pengetahuan dan wawasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes harus tetap semangat...terlebih untuk sesuatu yang bermanfaat🥰

      Hapus
  4. Mbak Nining, suka banget sama tips-nya, saya juga pernah karena nanti...nanti...akhirnya dihapus,w3dih banget😭 akhirnya sejak saat itu, meski jam 12 malam saya nyicil catat materi. Tapi untuk ga jadi silent reader kayaknya masih harus berlatih😭 terima kasih, Mbak Niniiing🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...saya juga masih berusaha untuk tidak menjadi silent rider..mayoritas alasannya waktu habis untuk fokus pada anak-anak...tapi alasan sebenarnya adalah belum bisa mengatur waktu..hihi...ternyata kehilangan materi hanya karena berpikir ah nanti juga bisa, pada akhirnya bikin nyesek ya...hahah

      Hapus
  5. Mbak Nining..terima kasih inspirasinya buat dampingi anak-anak belajar daring. Kita tetap berlatih sabar menghadapi pandemi ini ya Mbak...ayook semangat...salam buat putra putri tercinta..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak...semangat...Insya Allah semuanya ada manfaatnya🥰

      Hapus
  6. selalu salute sama ibu yg berani resign demi keluarga. ngga cuma kelas daring mba yg bejibun di masa pandemi ini. rapat2, bimtek, pelatihan hampir semuanya pake zoom dan kadang waktunya tubrukan, hahahaaa....
    untuk tidak mjd silent reader, hhmmm ini PR bgt buat saya. tips yg oke bgt menurutku adl "mencatat" krn mengandalkan ingatan itu susah dan ingatan kita jangka waktunya terbatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sekarang banyak banget metode belajar daring...sering juga banyak materi bagus-bagus dan pengen ikut semua...haha...tapi akhirnya memang harus bijaksana mengikuti ilmu..sebab kalau tak diaplikasikan juga akhirnya malah ngga bermanfaat ilmunya😊🤭

      Hapus
  7. Mbak Nisa, era daring ini memang ada plus minusnya ya. Plusnya, saya dituntut untuk belajar daring ini🙈 karena kalau nggak, kita hanya stuck di sistem konvensional. Enaknya lagi, rapat, belajar, bisa dari mana-mana dan ngga perlu duduk berlama-lama di ruangan hihi.

    Minusnya, butuh banyak waktu untuk belajar yaa. Sebenarnya ngga akan berat kalau kita bisa manajemen waktu. Tapi akan sangat berat sebagai IRT kebanyakan yang saya baca di komen ini😊

    Semangat untuk belajaar!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes ada plus minusnya...memang untuk ibu rumah tangga, harus berpikir bagaimana tetap belajar menambah ilmu di tengah tumpukan piring, baju kotor dan setrikaan😂

      Hapus
  8. Iya, belajar daring juga ngehilangin rasa bosan, nambah ide baru. Relasi juga penting, kan kalau belajar daring bisa saling tukar opini, nambah ilmu baru deh dari teman2 selama daring

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat....nambah ilmu, nambah teman dan akhirnya bisa menambah rejeki...biidznillah😇

      Hapus
  9. Wah saya setuju nih yg bagian "jangan jadi silent reader", karena sbnrnya ikut nimbrung diskusi dsb itu bisa nambah relasi juga kan ya mbak😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...kadang ada ilmu yang bisa didapat dari berdiskusi...di samping membaca
      atau mendengarkan materi😊🤗

      Hapus
  10. Cocok bangeet ni, Mba, kalau ada kelas yang bagus boleeeh vi dicolek-colek yaaa, mana tahu cocok pisan 😍. Nice tulisannya, Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke siaaapp😎 terimakasih...masih belajaran nulisnya...tulisan mbak Vi juga bagus...🥰🤗

      Hapus
  11. Belajar daring berat di kuota, Mbak... apalagi kalau pakai zoom... Jd bener sih sekarang sebelum memutuskan ikut daring apa ga, niatnya apa dulu? sayang sudah kuota melayang cuma jd barisan penggembira, dan malah jd hal yang sia-sia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...harus menetapkan dulu niat belajar supaya lebih semangat belajar dan praktekkan ilmunya🤗

      Hapus
  12. belajar online memang lebih challenging mbak, itu yg saya rasakan. kadang masih disambi sama yg lain. tp situasi skrg jadi memaksa kita mau tdk mau belajar untuk tetap fokus walaupun belajarnya daring

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul...online ataupun offline sebenarnya yang penting adalah fokus...dan ingat niat awal...kalau sudah lalai, ilmunya jadi sia-sia😊😊

      Hapus
  13. salah satu keuntungan belajar daring, misalnya di Ruang Aksara, adalah menambah relasi, bisa blog walking seperti ini juga seru ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget...saya lama banget enggak nulis...alhamdulillah sekarang semangat lagi....💪🥰🤗

      Hapus
  14. Masih jadi silent rider, kadang zoom juga tak matiin videonya. Btw, kebanyakan ikut kelas daring, yang memang tumpah ruah, bikin pusing juga. Manajemen waktunya yang belum pintar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak...saya juga kadang matiin kameranya karena malu🤭..yes sukses manajemen waktu adalah kuncinya🤗

      Hapus
  15. Belajar daring saya baru di ruang aksara mba... banyak yg ngajakin sih, tapi saya selalu terbentur dengan waktu. Maklumlah, working mom kek gini waktu rasanya kurang melulu hehehehe

    BalasHapus
  16. Iya belajar daring memang butuh kemauan tinggi mbak, apalagi kalau ada tugas, kadang ditunda akhirnya bablas..sayang sebenarnya kalau tugas dilewatkan, bisa jadi latihan buat kita..

    BalasHapus
  17. sepakat mbak....berlatih adalah kunci keberhasilan pembelajaran daring

    BalasHapus
  18. aku seneeng banget belajar daring, seminar-seminar yang tadinya nggak didatengin dengan alesan jauh atau mager jadi lebih mudah didatanginya 🤭🤭

    BalasHapus

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...