Kamis, 19 November 2020

Berkenalan dengan Orang Baru itu Mudah! Yuk, Pelajari Tujuh Prosesnya.

 


          Sumber gambar : pixabay


Bekerja sebagai karyawan di satu perusahaan, proses mutasi atau perpindahan pegawai menjadi satu hal yang lumrah. Terkadang memang harus dilakukan,  demi meminimalisir kejenuhan seorang pegawai, serta agar lebih fresh dan meningkatkan produktivitas.


Saya pun pernah berkali-kali mengalami proses mutasi ini. Dari satu kantor ke kantor lain. Dari bagian satu ke bagian lain. Sehingga dari sinilah akhirnya saya mendapatkan banyak ilmu baru, dan juga teman-teman baru.


Tetapi jujur saja. Terkadang ketika memasuki satu lingkungan baru, saya termasuk tipe orang yang tak mudah berkenalam dengan orang lain. Teman baru yang otomatis akan menjadi rekan kerja saya. Seringkali saya membutuhkan waktu lebih banyak,  untuk bisa menjalin pertemanan yang akrab. Tak jarang saya merasa iri dengan teman lain,  yang begitu mudahnya berkenalan dengan orang baru. Padahal saya tak ingin dianggap sebagai orang  sombong hanya karena tak pandai berkenalan. Repot juga kan?


Namun ketika saya mulai memahami ilmunya, ternyata ada beberapa proses yang perlu saya lakukan,  agar berkenalan dengan orang baru semudah membalik telapak tangan.



      Sumber gambar : pixabay


Pasang Senyum Manis dan Tulus.


Senyum manis dan tulus, adalah senjata termudah,  untuk membuka perkenalan dengan orang baru. Orang baru tersebut akan langsung mengetahui, jika seseorang ingin berkenalan dengannya. Orang baru itupun akan merasa nyaman, dan tak lama pasti akan membuka perbincangan awal.  Beda hal ketika sejak awal seseorang  menampakkan muka serius dan tanpa senyum. Orang baru akan merasa segan,  dan menganggapnya sebagai orang yang  tak ingin  diganggu.


Ada Ketertarikan.


Saat perbincangan awal sudah terbuka, menunjukkan  ketertarikan atau antusias terhadap semua cerita  orang baru adalah mutlak. Tunjukkan antusias itu, meskipun mungkin cerita tersebut membosankan,  atau kurang menarik. Bisa jadi pada awalnya terasa hambar, namun berjalannya waktu akn membuat hubungan dengan orang baru semakin akrab. Bahkan bisa menjadi sahabat.


Jangan Lupakan Nama.


"Apalah arti sebuah nama" begitu kata orang. Tetapi tak demikian halnya ketika berkenalan dengan teman baru. Mengingat nama menjadi wajib hukumnya. Sebab berkenalan dengan menyebut dan mengingat nama, adalah satu bentuk kepedulian dan penghargaan kepada orang lain. Perkenalan pun akan berjalan dengan baik dan semakin akrab. Perbincangan juga akan semakin seru karena terasa seperti sudah lama berkenalan.


Menjadi Pendengar yang Baik. 


Jika ingin memulai satu perbincangan yang seru dan menarik, maka komunikasi yang terjalin hendaknya berasal dari dua arah. Artinya terkadang harus berada di sisi yang berbicara, dan ada kalanya juga harus berada di posisi yang mendengarkan. Tak hanya dengan saudara, teman atau sahabat yang sudah dikenal sejak lama, tetapi dengan teman baru pun demikian adanya. Sebab bisa jadi dari perbincangan seru dua arah ini, seseorang akan terinspirasi dan termotivasi,  dari sekilas ilmu yang ia dengarkan dari orang lain. 


Kontak Mata.


Hal penting lain yang perlu diperhatikan saat berkenalan dengan orang baru adalah lakukan kontak mata. Hindari berkenalan dan berbicara dengan pandangan mata bukan ke arah lawan bicara. Atau pandangan mata lebih terfokus pada gawai, dan bahkan memandang orang  lain dengan pandangan kosong. Sebab berbicara dengan kontak mata merupakan salah satu norma kesopanan dalam berinteraksi dengan orang lain.



       Sumber gambar : pixabay


Fokus pada Topik. 


Berbicara dengan orang baru pun tak luput dari keharusan,  untuk fokus pada topik pembicaraan. Maka di sinilah pentingnya,  untuk selalu mengupdate diri dengan hal baru apapun yang menjadi topik terhangat saat ini. Coba saja bayangkan, jika topik pembicaraan hanya dikuasai oleh satu orang. Teman baru pun akan menganggap lawan bicaranya adalah orang yang tidak menarik,  karena tak bisa menanggapi apa yang sedang dibicarakan.


Be Yourself.


Berkenalan dengan orang baru juga wajib menampilkan diri sendiri apa adanya. Tampilkan image biasa-biasa saja sesuai dengan kepribadian yang dimiliki. Jangan berubah menjadi orang lain. Selain itu yang terpenting hindari memaksakan kehendak, karena tak semua orang memiliki minat yang sama. Tampil menjadi diri sendiri akan membuat orang lain menemukan sisi unik,  yang bisa jadi akan menarik perhatiannya.


Berkenalan dengan teman baru sejatinya membuka berbagai peluang  di masa datang. Asalkan semua dijalani dengan proses yang baik dan alami. So, siap mengenal teman baru lagi?






9 komentar:

  1. Katanya saya introvert,super banget. Agak sedikit (bahkan banyak) mungkin ketika harus bertemu orang baru. Tapi kadang kala kalau menemukan yg klik, enak diajak ngobrol, ya langsung nyambung.

    BalasHapus
  2. Saya kayak mbak Hartari deh kayaknya 😄 introvert. Susah kenalan sama orang baru, tapi kadang juga mudah, dan itu gak ada rumusnya. Soal senyum.. saya gak mudah tersenyum juga kalau hati gak menghendaki senyum hehe. Dalam banyak kondisi, orang sering menyebut saya kaku

    BalasHapus
  3. Proses kenalannya terbilang mudah mbak klo buat saya. Nah untuk jd akrab dan baik ini saya termasuk yg mengandalkan chemistry. Hehehe.

    BalasHapus
  4. Saya yang termasuk susah banget kenalan sama orang baru mbak, belum apa-apa udah deg-degan sendiri, haha. Tapi hal yang paling perlu diperhatikan sih yang penting jangan main handphone waktu diajak ngobrol sama orang, secanggung apapun itu, karena justru jadi bikin suasana makin gak enak menurutku, hehe.

    BalasHapus
  5. Aku kadang ga bisa berbaur kadang mudah berbaur. Bingung juga wkwkwk. Tapi yang paling penting menurutku kontak mata, ingat nama, sama mendengarkan sih. Itu bikin orang merasa nyaman deket orang baru~

    BalasHapus
  6. Aku termasuk yang mudah bergaul. Masuk lingkungan baru artinya nambah teman baru, excited. Awal2 Selalu mencari topik yang sama2 diminati untuk membuka percakapan.

    BalasHapus
  7. Aku termasuk gampanng klo kenalan. Semisal nyari2 topik untuk memulai percakapan sih sy bisa. Tapi klo kita udh muter2 nyari topik trus reapon lawan bicara datar2 aja, sy memilih mundur pelan2

    BalasHapus
  8. Kalau di lingkungan baru yang formal seperti di seminar, kadang aku merasa kikuk sendiri. Beda dengan lingkungan baru yang nggak formal, misalnya seperti di kursus bahasa, biasanya mudah bergaul.. buatku, memberanikan diri untuk ngobrol dan senyum menjadi cara efektif untuk berkenalan dengan orang baru :)

    BalasHapus

8 Manfaat Ngeblog bagi Ibu Rumah Tangga, No 8 Asyik Banget

                                                                               Pexels Menekuni dunia menulis di media blog sejak lima tahun ...